SURAT TERBUKA UNTUK DPD KNPI PAPUA

Sunday, 13 December 2009

SURAT TERBUKA UNTUK DPD KNPI PAPUA

Kepada Yang terhormat,
Pimpinan DPD KNPI Provinsi Papua, DPD KNPI Kabupaten/Kota di Provinsi Papua

Kami atas nama pemuda Indonesia (16-30 Tahun), dengan ini menyatakan sikap kami:
1. Kami mendesak agar segera dilakukan penyesuaian dengan adanya undang-undang No. 40 tahun 2009 khususnya pasal 1 angka 1 tentang definisi pemuda yaitu warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.
2. KNPI sebagi wadah berhimpun dari OKP harus tunduk pada aturan hukum yang mengatur tentang OKP yakni UU No. 5 tahun 85 tentang Ormas dan UU 40 tahun 2009 tentang kepemudaan.
3. Dengan berlakunya UU No. 40 tahun 2009, maka dengan sendirinya ART KNPI (pasal 5 ayat 2 huruf C poin 2) tentang calon anggota pengurus KNPI di seluruh tingkatan berusia tidak lebih dari 30 tahun.
4. Jika DPD KNPI Provinsi Papua mengabaikan UU 40 tahun 2009 maka DPD KNPI Provinsi Papua telah menginjak-injak hak asasi kami, Pemuda yang berusia 16-30 tahun untuk mengembangkan potensi diri, untuk pengembangan akses dan untuk kemandirian pemuda.
5. UU 40 tahun 2009 lahir dengan maksud adanya percepatan kader maka KNPI sebagai wadah pengembangan Kader seharusnya mmbuka diri dan proaktif dalam mengimplementasikan UU 40 No tahun 2009, sehingga REVOLUSI KADERISASI bisa segera terwujud.
6. Kata P di dalam KNPI itu bermakna Pemuda yakni yang berusia 16-30 tahun. Kalau hal ini diabaikan maka kata P harus diganti dengan bukan pemuda.
7. Kami mendukung upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk melakukan percepatan kaderisasai dan percepatan pertumbuhan potensi pemuda untuk mengatasai krisis kepemimpinan melalui hadirnya Undang-Undang 40 tahun 2009.
8. Kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda. Seharusnya KNPI Pro aktif terhadap hal tersebut.
9. Budaya lebih dari sekedar makan pinang, honai, Koteka, dan hal simbolik lainnya. Budaya adalah pola pikir dan pola rasa. Oleh karena itu pemuda harus memiliki pemahaman yang baik tentang disiplin berpikir, yakni dimulai dengan definisi pemuda. Kalau definisi pemuda diingkari, ini menandakan lemahnya disiplin berpikir.
10. Dengan hadirnya UU 40 tahun 2009 maka kami meminta senior-senior yang berusia di atas 30 tahun harus dengan legowo dan kebesaran jiwa mengakui bahwa dirinya bukan pemuda tetapi kelompok usia lain yang pro terhadap pemuda, yakni yang berusia 16-30 tahun. Para senior bisa memainkan peran sebagai pembimbing yang mengarahkan pemuda (16-30 tahun).
11. KNPI harus terlibat aktif dalam pengembangan budaya hukum yakni taat dan patuh terhadap berlakunya UU 40 tahun 2009.
12. Pengurus KNPI provinsi Papua periode 2006-2009 harus segera melakukan sosialisasi UU 40 tahun 2009, dalam waktu 1 minggu sejak dialog ini berakhir agar adanya kesepahaman berpikir tentang definisi pemuda yakni kelompok usia 16-30 tahun.
13. Memandang perlu dilakukan optimalisasi peran pemuda dengan segera memperhatikan secara sungguh-sungguh keberadaan UU No. 40 tahun 2009.
14. Stigma dan pandangan bahwa pemuda Papua yang berusia 16-30 belum mampu memimpin KNPI adalah pendapat yang SESAT. Bukankah KNPI sebagai wadah untuk membina calon pemimpin? Tidak ada pemimpin yang sempurna. Apakah pandangan bahwa pemuda (16-30 tahun) tidak mampu berarti para senior tak bercela dan menjadi serupa dengan MALAIKAT?
15. Berhenti untuk melakukan pembunuhan karakter kepemimpinan muda (16-30 tahun) sebab hal itu menunjukan ketidakpedulian terhadap pengembangan diri pemuda Papua.
16. Memandang penting upaya memperkokoh jati diri dan ideologi pemuda, dan ini dimulai dengan pemahan yang baik terhadap berlakunya UU 40 tahun 2009.

sumber:Kaleb Woisiri 12 Desember jam 14:41 
Share :
Facebook Twitter Google+

Followers

 
Back To Top