Kasihilah Musuhmu......

Thursday, 8 April 2010

Kasihilah Musuhmu......

Kasihilah Musuhmu….. (Lukas 6 : 27 – 36)

Kita sering mendengar kata “mengampuni”. Sebenarnya apa arti mengampuni?

Seringkali kita menganggap mengampuni = melupakan? Apakah benar sama?

Melupakan itu bisa membuat suatu saat kita teringat lagi, misalnya saat kita ketemu dengan orang yang kita benci, kita ingat lagi akan masalah dan kesalahan dia, sehingga timbul lagi marah atau kebencian di hati kita.

Sedangkan mengampuni kita menghapus dengan segenap hati (Matius 18:35) & tidak menyimpan kesalahan orang lain. (1Korintus 13:5 “Kasih …. Tidak pemarah dan menyimpan kesalahan orang lain”)

Pada Matius 18: 22,
“Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Bahkan pada Lukas 6 : 29a “Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain,”

Sebenarnya apa maksud Yesus akan hal ini? Apa betul kita menantang kembali orang yang menampar kita dengan memberi pipi sebelah? Mari coba kita pahami maksud Yesus berikut ini (hal ini sekaligus juga langkah-langkah kita untuk mengampuni):
1. Lukas 6 : 27a “Kasihilah Musuhmu”
Pada jaman Musa pun juga ditegaskan “Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN. (Imamat 19 : 18).
Intinya Kasihilah. Kalau kita membuka 1 Korintus 13 : 4 – 7
Kita diajarkan untuk “sabar, murah hati, tidak cemburu / iri hati, tidak memegahkan diri dan sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri, tidak marah, dan terutama tidak menyimpan kesalahan orang lain.”
Sebenarnya kalau kita sudah melaksanakan perintah Kasih, maka tidak akan ada kebencian dan kita akan bisa memahami orang lain, secara tidak langsung kita telah mengampuni.

2. Lukas 6 : 27b “berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;”
Setelah kita diajarkan untuk menerima pada prinsip kasihilah, sekarang kita diajarkan untuk aktif, yaitu dengan berbuat baik kepada orang yang membenci kita, bisa di awal dengan mulai menyapa, lalu akhirnya menolong, dan lama-lama bisa berelasi kembali dengan baik.

3. Lukas 23 : 34
“Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Lukas 17 : 3
“Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.”
Lalu pada Lukas 6 : 37
“"Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.”
Bahkan pada Perjanjian Lama pun jaman Musa di Imamat 19 : 17 -18,
17 “Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN”.
Di sini kita disadarkan bahwa sesungguhnya tidak ada maksud dari sesama kita untuk melukai atau merusak relasi, melainkan semua ini terjadi karena ketidaktahuan, ketidaksadaran ataupun ketidaksengajaan. Untuk itu kita hanya diminta oleh Tuhan untuk menegur orang yang berbuat dosa, bukan menghakimi, menghukum, menuntut balas apalagi menaruh dendam orang tersebut. Kalau kita tegur, namun orang tersebut tidak mau sadar, maka itu menjadi tanggung jawab dan dosa orang tersebut pada Tuhan, bukan pada kita lagi. Kita tidak boleh berfikir untuk bertindak lebih daripada menegur saja.

4. Lukas 6 : 28
“mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
Dengan memberkati dan mendoakan sesama kita yang bersalah, kita berharap sesama kita bisa disadarkan dan bertobat. Di samping itu, dengan kita memberkati orang yang jahat kepada kita, kita telah mendatangkan berkat juga kepada diri kita, dan dengan mendoakan orang yang mencaci atau berbuat jahat pada kita, kita telah berdoa supaya kita bisa diberi kekuatan supaya tidak membenci.

“Mengapa Kita Harus Mengampuni”

1. Matius 6 : 9 - 13 Doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri, yang juga merupakan doa sehari-hari kita yaitu “DOA BAPA KAMI”.
Matius 6:12 “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;”
Kita doa supaya kita diampuni seperti kita mengampuni. Jadi kalau sekarang hati kita masih ada menyimpan kesalahan orang lain, bagaimana? Apakah pantas dan berani kita minta pengampunan dari Tuhan? Apakan dosa kita bisa diampuni?

2. Kolose 3 : 13
“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”
Tuhan sudah terlebih dahulu mengampuni dosa kita, kita tinggal meniru apa yang dilakukan Tuhan, karena kita adalah citra Tuhan.
Untuk memperdalam kita bisa melihat perumpamaan Yesus pada Matius 18 :21 -35, perumpamaan tentang pengampunan. Yang menceritakan tentang raja yang mengadakan perhitungan dengan hamba, lalu tergerak belas kasihan, raja mengampuni, namun hamba tersebut tidak mengampuni orang yang berhutang kepadanya yang lebih kecil, pada akhirnya sang raja menghukum hamba tersebut. Begitulah kita dengan Tuhan. Tuhan telah mengampuni kesalahan kita, tetapi bagaimana kita ke sesama kita yang kesalahannya lebih kecil daripada kita kepada Allah.
Mana lebih sering, kita berbuat dosa atau sesama kita melukai kita? Kalau kita sering berbuat dosa, melukai Tuhan, kita diampuni Tuhan setiap hari, setiap saat, bagaimana dengan dosa sesama kepada kita sendiri?
Saat kita mengaku dosa, kita sudah dapat merasakan pengampunan Tuhan. Tapi saat sesama meminta maaf, apakah kita bisa mengampuni?

3. Markus 11 : 25
“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di Surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”
Yesus berkata jika kita berdiri untuk berdoa. BERDIRI untuk berdoa. Baru kita berdiri saja, kita sudah harus bisa mengampuni.
Seringkali kita berdoa dalam keadaan hati masih menyimpan kebencian. Bahkan tidak jarang kita berdoa dengan bergosip pada Tuhan tentang kebencian kita pada sesama kita. Bagaimana doa kita dapat didengar, sedangkan Tuhan tidak menyukai permusuhan ataupun kebencian.
Renungkan apakah kita bisa berdoa saat ada perasaan marah dan benci? Apalagi kalau ada perasaan ingin balas dendam.

4. Imamat 19 : 17
“Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.”
Jadi dengan membenci pun kita bisa dan telah mendatangkan dosa. Karena dengan membenci kita telah menimbulkan kesempatan bagi iblis untuk bekerja dengan menanamkan suatu ide-ide negatif yang tidak diharapkan. Kalau kita mau bebas dari dosa, hindarilah kebencian.

5. Yesus pada saat terakhirnya, mengampuni orang-orang yang telah menyalibkan dan membunuh dia (Lukas 23 : 34), masakan kita hanya karena hati terluka kita tanpa harus mati, tetapi kita tidak bisa mengampuni.

Buah-buah dari mengampuni atau mengasihi musuh :
1. Petrus 3 : 9
“dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.”
Dengan mengampuni dan memberkati, kita juga akan memperoleh berkat.?

2. Lukas 6 : 35a
“Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi,”
Dengan mengasihi musuh dan berbuat baik, kita telah memperoleh pahala / upah kita di Surga dan kelak akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi alias masuk Surga.

3. Matius 6 : 14
“ Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di Surga akan mengampuni kamu juga.”
Lalu ditegaskan lagi pada Lukas 7:47a Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.
Dengan mengampuni dan berbuat kasih, kita telah beroleh pengampunan atas dosa kita dari Tuhan. Dengan dosa kita diampuni Tuhan, maka hubungan relasi kita dengan Tuhan menjadi lancar.

4. Matius 9 : 2
“Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
Dengan kita bisa mengampuni, dosa kita bisa diampuni. Dengan dosa kita diampuni, maka apabila kita berdoa dengan percaya, maka doa kita akan dikabulkan. Maka dengan mengampuni, kita akan beroleh mujijat, baik kesembuhan, kecukupan rejeki, pemecahan atas segala masalah kita, maupun hal lainnya. Percayalah, dengan mengampuni, kita akan beroleh segala yang baik. Dan banyak orang yang sembuh karena dia mengampuni. Contoh paling ringan saat kita marah, sakit kepala, setelah kita belajar memahami dan memaafkan, sakit kepala hilang.
Kita mau sembuh? Ya mengampuni.

Langkah-langkah untuk mengampuni :
1. Lukas 6 : 28
“mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
Dengan kita berdoa pada Tuhan, maka kita menyerahkan masalah kita pada Tuhan, dan kita akan diberikan kekuatan untuk mengampuni dan menghadapi semua hal. Dengan kita memberkati orang yang mengutuk kita, kita telah membuka pintu untuk maaf pada sesama kita.
Mari kita siapkan hati kita untuk mengampuni.

2. Lukas 6 : 27b
“ berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu”
Dengan memulai berbuat baik, kita telah membuka relasi yang baik dengan sesama kita.

3. Lukas 23 : 34
“Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Kita belajar memahami bahwa sesama kita tidak ada maksud untuk melukai kita ataupun memusuhi kita. Semua terjadi karena ketidaktahuan, ketidaksengajaan, ataupun ketidaksadaran.

4.Lukas 6 : 27a
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu,”
Dengan kita mengasihi musuh kita, kita telah belajar mencoba memahami dia dan dengan berbuat baik, secara tidak langsung kita telah memulai membuka hati kita.

Tuhan memberkati.
Share :
Facebook Twitter Google+

Followers

 
Back To Top