Ada yang salah dengan kulit hitam

Friday, 3 June 2011

Ada yang salah dengan kulit hitam


Saya pemirsa rutin Oprah Show, saya bangga menonton oprah shoW. Tetapi berbeda dalam kehidupan nyata yang saya alami di daerah yang kebanyaakan atau mayoritas berkulit putih.... sampai mungkin hampir sama dengan kapas. Bagian yang paling bikin miris adalah percobaan saat beberapa anak TK berkulit hitam disodori dua boneka, satu berkulit putih dan satu hitam, dan ditanyai boneka mana yang lebih bagus. Kebanyakan dari mereka memilih boneka yang putih dan menganggap boneka yang hitam “jelek”. Tapi ketika ditanyai boneka mana yang lebih mirip mereka, dengan ekspresi segan dan kecewa, mereka menunjuk boneka yang hitam. Anak-anak adalah cerminan paling jujur dari persepsi kita. Persepsi apa yang saya maksudkan? Persepsi yang menilai manusia dari tampilan fisiknya. Bahwa kulit putih adalah penguasa, tuan, nyonya,lebih cantik, lebih cerdas, dan lebih istimewa dan lebih dari segala-galanya
Bahwa kulit hitam adalah budak, sesuruhan, biadab, jelek, bodoh, dan rendahan. Dan ini bukan hanya terjadi di Indonesia(Jawa) tetapi juga Amerika,di mana warga kulit hitam adalah pendatang, kelas dua. Di Afrika sendiri sekalipun, anak-anak TK masih menenteng boneka Barbie kulit putih, dan menolak ketika diberi boneka berkulit gelap, dengan alasan sama; jelek dan tidak terbiasa. And apa yang salah dengan kulit berwarna? Apakah seorang berkulit hitam baru dianggap cantik begitu menjadi artis menjadi boss dll.
Ohoho, sebentar, masalah tidak hanya dialami ras kulit hitam, ternyata… Masalah juga dialami ras kuning, ras merah, ras sawo matang, dan ras-ras lainnya di berbagai belahan dunia… SuChin Pak, seorang Host MTV keturunan Korea, mengakui, kalau di lingkaran keturunan Asia-nya, banyak yang melakukan apa saja untuk membuat kelopak kecil, creases, selebar sekitar dua milimeter di mata slanted mereka. Yang tidak memiliki mata berkelopak seperti itu, menurut anggapan mereka,tidak memenuhi standar kecantikan yang disyaratkan dalam komunitas mereka.
Whew…
Aneh juga, karena anak-anak dan remaja, bahkan mungkin orang dewasa sekalipun, cenderung tidak mensyukuri apa yang telah mereka terima dari sononya. Kulit hitam selalu ingin kelihatan lebih putih, kulit putih berusaha berjemur agar dapat warna kecoklatan, kulit itu ingin ini,kulit ini ingin itu… Yang tidak bermasalah dengank kulit kecewa dengan rambut mereka, yang lainnya dengan mulut mereka, dengan hidung,dengan telinga atau mungkin bahkan dengan jempol kaki mereka sendiri.
Yang saya bicarakan adalah persepsi, yang tertanam bahkan sejak bayi belum lahir, yang ditanamkan oleh orang tua, menjadi false belief oleh mayoritas orang di dunia, dan kemudian secara turun temurun didoktrinasikan. Bahwa beauty has its own standard, dan yang tidak memenuhi standar silakan minggir, dan berusahalah lebih keras agar diterima oleh society!!!
Siapakah yang salah? Media-kah? Yang dengan seenaknya menentukan standard of beauty, bahwa yang cantik itu harus putih, berambut panjang lurus, tinggi ramping, mata besar, hidung mancung dan bibir tipis? Harus seperti Dian Sastro, Zaskia Mecca, Marsha Timothy atau
Sandra Dewi? Komersialisme-kah? Yang mengharuskan orang menggunakan
krim pemutih dalam tujuh hari? Yang mensyaratkan kalau mau cantik harus pakai shampoo yang bisa menghilangkan cabang rambut dan ketombe dalam dua minggu? Yang jika menggunakan sabun dan parfum akan dikejar-kejar fans seantero bumi? saya sangatlah heran. Ketika dua orang selebriti menyatakan bahwa mereka tidak ingin anak mereka berkulit hitam. Bahkan, ada yang menggelar jumpa pers segala untuk mengklarifikasi bahwa anak yang baru dilahirkannya berkulit kuning, setelah ada isu berkulit hitam.

Memangnya, ada apa dengan kulit hitam? Apa kulit hitam itu jelek? Atau apakah berkulit hitam merupakan sebuah kesalahan? Sebuah dosakah?

Bagaimana jika ternyata Allah Yang Maha Kuasa mentakdirkan anak mereka berkulit hitam? Mudah saja bukan? Akankah mereka menolaknya dan tidak mencintai selayaknya jika sang anak berkulit putih atau kuning? Negara tropis seperti negara kita ini memang mempunyai trend bahwa kulit bersih, seperti kuning atau bahkan putih cemerlang lebih banyak diidamkan. Itulah mengapa,banyak di antara warganya, terutama para perempuan,menginginkan kulit mereka tampak lebih bersinar.
Berbagai jenis produk pemutih kemudian menjadi teramat laku di pasaran, demi memenuhi keinginan para konsumennya


Saya katakan dengan tegas, tidak ada! Tidak ada yang salah, jika seseorang berkulit hitam! Karena hitam adalah manis.....

Share :
Facebook Twitter Google+

Followers

 
Back To Top