Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Tugas Manajemen Resiko


ILUSTRASI KASUS GUGATAN LIEBECK TERHADAP MCDONAL’S 

Kasus berikut ini menceritakan tuntutan seorang wanita terhadap Mcd karena kopi yang dibelinya dari Mcd tumpah dan mencederai kulitnya. Pada bulan Februari 1992, Lieback wanita berusia 70 tahun dari Albuquerque, New Mexico, membeli kopi yang masih panas dari drive thru restoran Mcd, yang kemudian tumpah di pahanya dan mencederainya. Ia menuntut ganti rugi ke Mcs. Pada tahun 1994, juri menetapkan ganti rugi sebesar 2,9 juta dolar AS. Jumlah tersebut diturunkan menjadi 640 ribu dolar AS oleh hakim. Keduanya mengajukan banding dan akhirnya keduanya menyelesaikan masalah di luar pengadilan dengan jumlah yang tidak disebutkan. Kasus tersebut memunculkan kontroversi mengenai perbaikan sistem hukum di AS. Argumen yang mendukung perbaikan mengatakan bahwa kasus gugatan tersebut tidak berdasar. Sedangkan argumen yang tidak mendukung mengatakan bahwa tuntutan Liebeck sudah adil dan opini publik yang menganggap kasus tersebut tidak berdasar tidak melihat informasi yang relevan dan penting. 

KECELAKAAN 
Orang yang mengendarai mobil adalah cucu Liebeck yaitu Chris, yang sempat memarkirkan mobilnya agar Lieback bisa menaruh krim kopi dan gula ke kopinya. Liebeck menaruh gelas kertas kopi diantara kedua pahanya dan berusaha membuka lubang pada penutup cangkir kopi. dalam proses tersebut, dia menumpahkan isi kopi tersebut pada lututnya. Liebeck mengenakan celana katun yang menyerap kopi dan melindungi kulitnya sewaktu dia duduk diatas tumpahan kopi panas tersebut selama 90 detik. 
CEDERA YANG DIALAMI 
Liebeck dibawa ke rumah sakit, dimana dia dinyatakan menderita luka bakar tingkat tiga pada 16% dari kulitnya (ada yang mengatakan 6%). Dia berada di rumah sakit selama 8 hari dimana dia menjalani bedah plastik kulitnya. Dia menjalani perawatan selama dua tahun berikutnya. 

TUNTUTAN DAN UPAYA PENYELESAIAN 
Liebeck menuntut Mcd sebesar $10.000 untuk membayar biaya pengobatan, tetapi perusahaan hanya bersedia membayar $800. Ketika Mcd menilak untuk menaikkan ganti rugi tersebut, Liebeck menggugat Mcd dengan menuduh Mcd lalai karena menjual kopi yang terlalu berbahaya dan cacat produksinya. Selama persidangan ditemukan bahwa Mcd mensyaratkan franchisenya untuk memberikan kopi dengan panas mencapai 180-190 derajat Fahrenheit (82-88 derajat Celcius). Pada suhu tersebut, kopi bisa menyebabkan luka bakar tingkat tiga dalan 2-7 detik. Pengacara Liebeck berargumen bahwa kopi seharusnya tidak diberikan pada panas lebih dari 140 derajat Fahrenheit (60 derajat celcius). Kopi disajikan di restoran lain mempunyai temperatur yang lebih rendah dibandingkan dengan yang disajikan di Mcd. Bahkan manajer pengendalian kualitas Mcd bersaksi bahwa makanan yang lebih panas dari 140 derajat bisa mengakibatkan luka bakar. Kopi Mcs bisa membakar mulut dan leher. Kesaksian dari beberapa orang mengatakan bahwa Mcd tidak bermaksud menurunkan temperatur kopinya. Tetapi asosiasi kopi nasional Amerika Serikat merekomendasikan agar kopi dimasak pada 195-190 derajat Fahrenheit untuk mendapatkan rasa yang optimal, dan diminum segera. Starbuck sebagai contoh, menyajikan kopinya pada temperatur seperti itu. Starbuck juga digugat beberapa kali karena tumpahan kopinya, tetapi kebanyakan pengadilan mengabaikan tuntutan terhadap Starbuck tersebut. Dokumen yang diperoleh dari Mcd juga menunjukkan bahwa dari tahun 1982 sampai 1992, ada lebih dari 700 keluhan mengenai panasnya kopi Mcd, dimana beberapa kasus mengakibatkan cedera dengan tingkat keseriusan yang bervariasi. Mcd menjual 1,3 juta cangkir kopi per hari atau 474.500.000 cangkir per tahun. Jika kita mengasumsikan jumlah tersebut konstan selama 10 tahun periode 1982-1992, maka jumlah kopi selama periode 10 tahun dengan 700, maka ada 1 keluhan per 6.778.571,43 cangkir kopi yang dijual oleh Mcd. Angka tersebut belum memasukkan mereka yang terkenda luka bakar tetapi tidak menyampaikan keluhan. Beberapa kejadian diteruskan menjadi klaim legal, dimana beberapa diantaranya diselesaikan Mcd khususnya jika tumpahan yang terjadi cukup kuat buktinya. 

PENYELESAIAN 
Dengan menggunakan prinsip comparative liability, juri menemukan bahwa Mcd bertanggung jawab sebesar 80% terhadap kejadian tersebut, sementara Liebeck berkontribusi sebesar 20%. Meskipun ada peringatan tertulis pada cangkir kopi, juri memutuskan bahwa peringatan tersebut tidak cukup besar tulisannya atau tidak cukup kuat. Juri memutuskan Liebeck berhak atas ganti rugi sebesar $200 ribu untuk kompensasi cedera, yang kemudian diturunkan 20% menjadi $160 ribu. Sebagai tambahan, juri menetapkan $2,7 juta sebagai denda hukuman. Tetapi hakim mengurangi denda hukuman menjadi $480 ribu. Mcd dan Liebeck mengajukan banding pada bulan Desember 1994, keduanya menyelsaikan permasalah di luar pengadilan dengan jumlah yang tidak disebutkan. Diperkirakan jumlah tersebut sama dengan jumlah yang ditentukan oleh pengadilan. Dari Kasus diatas : Menurut Anda siapa yang salah dan siapa yang benar? Apa argumen anda bila dihubungkan dengan materi kita hari ini? Buat analisis minimal 2 halaman melalui word.


JAWABANNYA 

Penyelesaiannya
Dengan menggunakan prinsip comparative liability, jury menemukan bahwa McDonald’s bertanggung jawab sebesar 80% terhadap kejadian tersebut, sementara Liebeck berkontribusi sebesar 20%. Meskipun ada peringatan tertulis pada cangkir kopi, juri memutuskan bahwa peringatan tersebut tidak cukup besar tulisannya atau tidak cukup kuat. Juri memutuskan Liebeck berhak atas ganti rugi sebesar $200 ribu untuk kompensasi cedera, yang kemudian diturunkan 20% menjadi $160.000. Sebagai tambahan, juri menetapkan $2,7 juta sebagai denda hukuman.
Menurut Anda siapa yang salah dan siapa yang benar?
Menurut pendapat saya 
Terkait dengan kasus Liebeck vs McDonald’s tersebut, saya berpendapat bahwa yang memiliki porsi kesalahan lebih besar adalah Stella Liebeck sendiri, karena tidak salah jika Mcd menyediakan secangkir kopi yang panas.Karena pada umumnya kopi memang disajikan dalam bentuk panas. Kemudian hal lainnya yang menyebabkan kecelakaan tersebut terjadi adalah karena Liebeck meletakkan atau menaruh kopi dengan wadah Styrofoam tersebut diantara kedua pahanya dengan cara diapit, padahal sudah jelas paha bukan merupakan tempat yang tepat untuk meletakkan kopi apalagi kopi yang panas.Seharusnya Liebeck lebih berhati-hati apalagi ia menyadari hanya menggunakan celana jenis katun. Pihak Mcd menyajikan kopi dalam suhu mencapai 180-190 derajat Fahrenheit yang mana hal tersebut agar kualitas kopi mendapatkan rasa yang optimal.Konsumen seharusnya tau kopi memang dalam kondisi panas dan itu yang diinginkan oleh konsumen. Selain itu pastinya terdapat semacam “pengingat” atau “peringatan” pada cup of coffe tersebut sehingga konsumen bisa lebih berhati-hati. Tapi,Mungkin pada hal tersebut letak kesalahan dari Mcd sendiri yaitu di tulisan peringatannya  yang kecil dan kurangnya himbauan terhadap pembeli bahwa kopi itu sangat panas. Meskipun demikian Menurut kami kasus diatas termasuk suatu hazard, yang mana hazard tersebut sebagai keadaan yang menimbulkan atau meningkatkan terjadinya chance of loss dari suatu bencana atau kecelakaan tertentu..
Apa argumen anda bila dihubungkan dengan materi kita hari ini
Pada Bab ini membicarakan dua tipe risiko murni yaitu risiko kerusakan properti dan risiko gugatan hukum. Kerusakan properti mencakup wilayah yang sangat luas dan beragam, karena properti itu sendiri mencakup kategori yang luas dan beragam. Contoh properti adalah bangunan, rumah, kendaraan, peralatan, dan lainnya. Metode penilaian properti mencakup harga pasar, replacement costdikurangi depresiasi, replacement cost (new). Risiko gugatan hukum terjadi jika pihak menggugat dan menuntut sejumlah kompensasi kepada perusahaan. Risiko gugatan hukum menjadi semakin relevan karena makin banyak tuntutan yang dilakukan oleh pihak luar. Bab ini menjelaskan prinsip-prinsip hukum yang mendasari gugatan hukum, dengan perspektif lebih pada common law dan memberika ilustrasi sebuah kasus.

Biasanya harta benda tersebut dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu properti riil (real property) dan properti personal (personal property).
a.       Properti riil : Properti riil bisa dideinisikan sebagai tanah dan apa saja yang tumbuh, berdiri. Contoh properti riil adalah tanah, bangunan yang berdiri di atasnya, atau tanaman yang tumbuh diatas tanah tersebut.
b.      Properti personal : Properti personal bisa dideinisikan sebagai apa saja yang dimiliki selain properti riil. Contoh personal properti adalah mobil, pakaian, computer, uang, dan lainnya.
      Kerugian akibat kejadian buruk yang terjadi bisa diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Kerugian langsung terjadi jika kejadian buruk mempunyai dampak langsung terhadap properti.Sebagai contoh, misalkan suatu kebakaran manghancurkan bangunan. Kerugian akibat bangunan yang hancur akibat kebakaran tersebut merupakan kerugian langsung. Kerugian tidak langsung terjadi jika kejadian buruk tersebut berdampak secara tidak langsung terhadap kerugian tersebut. Sebagai contoh, karena bangunan hancur, maka kegiatan bisnis dan perkantoran menjadi terganggu. Perusahaan terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membangun fasilitas perkantoran darurat. Jika bangunan tersebut bisa disewakan, kebakaran tersebut menyebabkan pendapatan sewa tidak diperoleh. Kerugian karena pendapatan yang hilang tersebut merupakan contoh kerugian tidak langsung.
b.      Kerugian tidak langsung bisa jadi mempunyai elemen waktu jika waktu dilibatkan dalam perhitungan kerugian tersebut. Sebagai contoh, jika karena kebakaran, bangunan tidak bisa disewakan sampai rekonstruksi selesai dilakukan. Kerugian tersebut akan berhubungan positif dengan jangka waktu perbaikan. Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan, semakin besar kerugian yang dialami oleh perusahaan. Dengan kata lain, besarnya kerugian merupakan fungsi dari waktu.